UMJ News, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) kembali menunjukkan prestasinya di tingkat nasional dengan menjuarai peringkat pertama lomba karya tulis ilmiah tahun 2009 yang diselenggarakan di Universitas Mulawarman Kalimantan Timur.
Adalah Mia Sopianna Liberty dan Ikrimah Nisa Utami, srikandi dari FKK yang berhasil menjuarai lomba tersebut pada event Islamic Medical Sain Festival Ke-II.Berkat prestasi keduanya, nama UMJ bisa bergensi di tingkat nasional. “Kita bangga berhasil menjadi juara, karena dengan kompetisi bergensi ini mampu membawa nama baik UMJ pada tingkat nasional,”kata Ikrimah Nisa Utami saat ditemui UMJ News di ruang kuliahnya, Senin (22/2).
Tidak terpikir dalam benak kedua mahasiswi FKK semester 5 ini, bisa menjuarai karya tulis ilmiah pada tingkat nasional. Pasalnya, karya tulis yang bakal di lombakan baru di kirimkan kepada panitia diakhir penutupan lomba. ”Kita tidak berharap besar bisa menjuarai lomba, karena pesaing yang cukup ketat dan batas waktu pengiriman sangat sempit,”ungkapnya.
Terlebih, acara yang awalnya diadakan di Padang Sumatera Barat berubah tempat yang tidak ditentukan akibat musibah gempa beberapa waktu lalu. Sehingga terbenak dalam keduanya rasa putus asa.
Hal senada juga disampaikan, Mia Sopianna Liberty, sulit bisa menjuarai lomba karya tulis ilmiah. Disamping batas waktu pengiriman yang terlambat juga tema yang di usung berpotensi mendapatkan resistensi dan menuai kontroversi dari publik. Pasalnya, tema karya tulis ”Plasenta Sebagai Sumber Hematopoietic Steamcell Dalam Persepektif Syariat Islam” masih dinilai tabuh oleh masyarakat.
Namun keberuntungan berkata lain, diakhir bulan Januari 2010 keduanya mendapatkan telepon dari panitia acara yang menyebutkan hasil karya mereka keduanya masuk dalam sepuluh besar dan menjadi juara pertama.
Dalam karya tulisnya, mereka mencoba menjelaskan pentingnya memanfaatkan darah plasenta (ari-ari) ibu yang baru melahirkan untuk menciptakan sel-sel yang baru. Dimana melalui sel yang baru tersebut bisa mengobati sel saraf yang rusak, sel hati dan jantung. ”Di dunia kedokteran luar negeri pemanfaatan plasenta melalui steamcell sudah berkembang, hanya saja di Indonesia masih dinilai tabu,”tandasnya.
Kata Mia, hasil karya tulis mereka ini rencananya akan direkomendasikan kepada pemerintah untuk membuat plasenta bank atau tempat penyimpanan plasenta dari ibu yang melahirkan. ”Banyak manfaat yang diambil dari plasenta bank, baik secara medis, ekonomi dan epidemologi,”tuturnya.
Dalam intisari karya tulisnya, mereka mencoba menjelaskan bahwa Allah SWT tidak sia-sia dalam menciptkan mahluknya dan setiap penyakit selalu ada obatnya. (Bani)
EduPeople.net adalah sarana bagi komunitas Sistem Informasi dan Teknologi Informasi yang dibentuk sebagai media pembelajaran, pengajaran, hingga pencerahan tingkat enterprise.
Mari bergabung, tingkatkan kualitas pribadi dan bangsa, lebarkan sayap koneksi sebagai bentuk investasi.
Education for People.